<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Jebo on UV Curing Solutions</title>
		<link>http://uv-curing-solutions.com/id/tags/jebo/</link>
		<description>Recent content in Jebo on UV Curing Solutions</description>
		<generator>Hugo</generator>
		<language>id</language>
		
		
		
		
			<lastBuildDate>Wed, 24 Jun 2026 06:53:54 +0800</lastBuildDate>
		
			<atom:link href="http://uv-curing-solutions.com/id/tags/jebo/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
			<item>
				<title>Penggantian lampu UV Jebo</title>
				<link>http://uv-curing-solutions.com/id/posts/jebo-uv-lamp-replacement/</link>
				<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 06:53:54 +0800</pubDate>
				<guid>http://uv-curing-solutions.com/id/posts/jebo-uv-lamp-replacement/</guid>
				<description>&lt;p&gt;&lt;img src=&#34;http://uv-curing-solutions.com/images/6cc312534ff1783b04fbc4b2809bf677.jpg&#34; alt=&#34;Penggantian lampu UV Jebo&#34;&gt;&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Pada lini produksi pelapis lantai kayu yang memiliki kapasitas tinggi, perbedaan antara permukaan yang berkilau dan tahan gores dengan permukaan yang lembut serta mudah rusak sebenarnya ditentukan oleh satu hal saja: apakah lampu UV mampu mempertahankan outputnya secara konstan. Seiring bertambahnya usia lampu, spektrum cahayanya berubah, sehingga intensitas cahaya yang dihasilkan menurun. Hal ini akan menyebabkan proses pengerasan pelapis tidak sempurna, sehingga produk yang dihasilkan menjadi limbah yang harus dibuang.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Yang penting secara teknis:&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&#xA;Lampu UV dari Jebo &lt;a href=&#34;https://o-yate.net&#34;&gt;dirancang&lt;/a&gt; untuk digunakan dalam sistem uap merkuri bertekanan tinggi. Output cahaya utamanya berada pada panjang gelombang 365 nm, sedangkan garis emisi lainnya berada pada 313 nm dan 436 nm. Hal ini memungkinkan lampu tersebut bekerja sesuai dengan karakteristik fotoinisiator yang digunakan dalam lapisan epoksi-akrilat dan polyester-akrilat. Panjang busur listrik dan geometri reflektor juga disesuaikan agar intensitas cahaya yang dihasilkan mencapai ≥800 mW/cm² di permukaan substrat. Intensitas cahaya tetap stabil dalam kisaran ±3% selama masa pakai lampu. Selain itu, lapisan kuarsa yang digunakan memiliki lapisan dikroik yang berfungsi untuk mengelola panas tanpa mengurangi intensitas cahaya UV. Pada lini produksi biasa, lampu ini dapat beroperasi selama 3.000–5.000 jam dengan intensitas cahaya yang stabil, sehingga proses pengerasan pelapis dapat berjalan dengan baik.&lt;/p&gt;</description>
			</item>
	</channel>
</rss>
